Setelah lama dikhawatirkan dan sempat berharap hari ini di skip dari tanggal akhirnya hari ini datang juga. Pagi ini aku mulai dengan harapan, berharap akan hujan, hujan selebat-lebatnya, biar ada alasan buat tidak datang pagi ini. oh, tapi ternyata sungguh Tuhan menginginkan aku untuk datang hari ini.
Tak seperti pagi-pagi lainnya, sekitar jam tujuh pagi aku sudah mandi, kemudian berpakaian rapi mengenakan celana kain hitam dan atasan batik. jam 07.30 aku sudah berangkat dari rumah karena tak ingin terjebak macet dan tak mendapat tempat parkir. wus sampailah aku di kampus dan sialnya ternyata disana tidak ada kemacetan dan temapat parkir pun sangat lenggang sekali, aku baru ingat hari ini cuma mahasiswa fakultasku yang wisudaan ah bego maklum aj baru sekali datang wisudaan.
Setelah memarkirkan motor tercintaku ditempat yang aku kira aman dan tak lupa pula memberi gembog kepada belahan jiwaku itu agak lebai ya :D ku lanjutkan perjalanan ketempat acara. wew buset semakin mendekati tempat acara kampus yang aku kira tempat menuntut ilmu berubah seperti pasar kaget dalam seketika. yah mungkin ini rezeki bagi para pedagang untuk mendapatkan uang yang halal, semoga mereka mendapat untung sebanyak-banyaknya, amin tapi sampahnya jangan dibiarin sembarangan ya.
Malangnya lagi baru sadar kalau aku datang terlalu pagi jam delapan kurang, melangang kesana kemari tak tentu arah sampailah saatnya untuk merenungkan kebodohan ini dipinggir kolam sambil elus-elus jidad. oh man this morning is so hot!!!
Merasa sudah cukup tenang dan bosan, aku kembali berjalan-jalan lagi seperti biasa tampa tujuan yang pasti. Sampailah di sebuah pohon pinus yang tak terlalu besar tapi cukuplah untuk menyandarkan tubuhku yang tak kecil ini sambil berdiri, ya posenya mirip-mirip beruang madu lagi garuk-garuk punggung di pohon. cukup lama aku di sana, sampailah tiba-tiba lewat seorang bapak yang sudah tua dan berumur melewatiku membawa dagangannya yang masih penuh, sepertinya belum terjual satupun, sambil memainkan sebuah harmonika dengan sangat lihainya, maklum dia penjual harmonika. Anehnnya tak seperti pedagang-pedagang lainnya yang menawarkan dagangannya. Dia hanya lewat saja waktu itu seperti tak ada niat untuk bertanya kepada seorangpun termasuk aku "apakah anda mau membeli harmonika yang saya jual?" Yah aku sedikit kasian dengan bapak itu, sejenak aku berfikir tentang masa kecilku yang sempat mempunyai harmonika hadiah dari ayah yang kini tak tau lagi dimana keberadaanya. Merasa ingin mempunyai harmonika dan mengenang masa kecilku, akhirnya ku putuskan untuk mencari bapak penjual harmonika itu, tak perlu waktu lama untuk mencarinya, karena dia sedang berdiri dibalik orang-orang sambil memainkan harmonika merdunya. Akhirnya ku belilah harmonika berukuran sedang dengan harga 50 ribu berwarna hitam dengan uang 100 ribu terakhirku sedikit terharu waktu mengingat uang itu, tapi tak apalah ini semua kulakukan untuk mengingat masa kecil bahagiaku dan siapa tau aku bisa menjadi maestro harmonika seperti bapak penjual itu :) ngarep.
Terimakasih bapak penjual harmonika berkatmu aku mempunyai harmonika lagi, dan aku dapat tersenyum bahagia memainkannya.
Akhirnya acara wisudaan itu dimulai juga, sekitar jam sembilan lewat man ni orang Indo selalu ngaret ya. tak mau kelewatan moment untuk melihat orang yang masih aku sayangi 'di apa ya istilahnya? 'kita sebut saja diwisuda, aku mengambil posisi paling depan, sampai di 'police line' tanda batas terdepan untuk pengunjung. tak ada seorangpun yang ada di posisi itu waktu itu, maklum cuaca sedang sangat terik-teriknya, it's realy so hot man, I'm not laying deh, buktinya hp aja sampai ngeheng karna kepanasasan. Cukup lama aku di sana namun masih tetap tak dapat menemukan dimana tempat keberadaan wanita pemilik hatiku itu, maklum saja 2256 orang memakai toga dan topi yang sama dan seperti biasanya rata-rata wanitanya memakai make up cukup tebal, mereka semua seperti anak kembar dari kejauhan. kuperhatikan satu persatu namun namanya tak kunjung muncul juga, sampailah saat jedah.
Merasa tak ada harapan akan menemukannya dengan cara seperti ini, ku putuskan untuk berkeliling, siapa tau aku bertemu dengan keluarganya di suatu tempat dan dapat menyaksikan belahan jiwaku itu diwisuda. Bagai gayung bersambut, aku mendapat sms dari adiknya, Ria, dan akhirnya aku dapat berjumpa dengan keluarganya. Akhirnya aku tak merasa sebatang kara lagi di tempat ini :). Sesampainya di sana ternyata namanya sudah dipanggil dan aku tak dapat menyaksikan peristiwa penting itu, sedikit kecewa ya memang kecewa. tapi ya sudahlah setidaknya aku bisa berjumpa dengannya selesai acara nanti.
Harapanku terkabul lebih awal, ternyata dia menuju kebelakang tak kembali ke kursinya. Akhirnya aku dapat melihatnya untuk pertama kali mengenakan toga dengan sangat anggunya, dia terlihat cantik sekali waktu itu, benar-benar manis dan ayu. Walaupun hari ini ku lalui dengan cukup berat pada awalnya, namun sangat jelas aku bahagia melihat senyum bahagianya hari ini. Ternyata hari minggu ini tak buruk sama sekali, dan aku bahagia....
Hatiku mencintaimu walaupun mulut dan facebookku berkata tidak.
Konbanwa.....







Tidak ada komentar:
Posting Komentar