Bulan ini uang paling cepat habis
bulan ini anak-anak banyak Small test
Bulan ini bensin susah
Bulan ini pengeluaran Banyak dan Besar
Bulan ini hati ndak enak kali
semoga baik-baik saja
Jumat, 25 November 2011
Sabtu, 19 November 2011
Teri Tempe Kecap dan Cabe
Uhuy, pagi ini aku bersemangat sekali. Sangat bersemangat untuk memasak sesuatu. Ini dikarenakan aku sudah membeli cobek baru untuk menghaluskan bumbu lho. mang penting gitu???
Berbekal dari resep ayank nana yang diberikan beberapa hari yang lalu, maka aku mulai lah membuka lemari es untuk mengambil bahan yang diperlukan. Benar saja, tampa aku prediksi sebelumnya, tempe yang aku beli beberapa minggu yang lalu sudah lengket dan membusuk bego ya iya lah udah lama mah... "Wah, kacau ni rencana hari ini" kata-kata itu sempat terlintas dalam kepalaku. Tak satu jalan ke Roma, kata bang haji Oma Irama. Aku putuskan untuk membeli saja tempe di warung dekat rumah. Walah nampaknya keberuntungan belum berpihak padaku pagi ini. Ternyata ibuk yang punya warung belum pulang dari pasar, so there is no tempe there. Dengan semangat yang semula membara dan kini kian meredup, ku pulanglah dan akan datang kembali setelah ibuk pemilik warung pulang dari pasar dengan harapan ada tempe hari ini.
Setelah satu film yang ku sewa selesai ditonton judlnya 'Laconia', bagus lho filmnya. Aku kembalilah datang ke warung. Ternyata ada tempe, ku belilah tempe satu batang, bawang merah dan cabe merah. Total belanja hari ini adalah Rp. 5.500,-, murah ya...
pertama kupotong teampe bentuk dadu lalu dilumuri dengan bawang putih yang aku giling sebukmnya. Selanjutnya teri dan tempe aku goreng sampai kering. Ku tumis bawang merah dan cabe merah yang juga sudah digiling, wah mentang mentang gilingan baru dibilang terus digilingnya. Selanjutnya tempe dan teri dimasukkan dan ditambah sedikit kecap manis. Wala, jadilah teri tempe kecap.
Tampaknya makan siang hari ini kuranglah lengkat hanya dengan Teri tempe kecap. Maka Sebagai escord aku buatlah sayur tumis kol. Lengkaplah menu lunch hari ini.
p.s makasih sayang resepnya
p.s.s rasa cukup enak enak lah
konbanwa...
Berbekal dari resep ayank nana yang diberikan beberapa hari yang lalu, maka aku mulai lah membuka lemari es untuk mengambil bahan yang diperlukan. Benar saja, tampa aku prediksi sebelumnya, tempe yang aku beli beberapa minggu yang lalu sudah lengket dan membusuk bego ya iya lah udah lama mah... "Wah, kacau ni rencana hari ini" kata-kata itu sempat terlintas dalam kepalaku. Tak satu jalan ke Roma, kata bang haji Oma Irama. Aku putuskan untuk membeli saja tempe di warung dekat rumah. Walah nampaknya keberuntungan belum berpihak padaku pagi ini. Ternyata ibuk yang punya warung belum pulang dari pasar, so there is no tempe there. Dengan semangat yang semula membara dan kini kian meredup, ku pulanglah dan akan datang kembali setelah ibuk pemilik warung pulang dari pasar dengan harapan ada tempe hari ini.
Setelah satu film yang ku sewa selesai ditonton judlnya 'Laconia', bagus lho filmnya. Aku kembalilah datang ke warung. Ternyata ada tempe, ku belilah tempe satu batang, bawang merah dan cabe merah. Total belanja hari ini adalah Rp. 5.500,-, murah ya...
pertama kupotong teampe bentuk dadu lalu dilumuri dengan bawang putih yang aku giling sebukmnya. Selanjutnya teri dan tempe aku goreng sampai kering. Ku tumis bawang merah dan cabe merah yang juga sudah digiling, wah mentang mentang gilingan baru dibilang terus digilingnya. Selanjutnya tempe dan teri dimasukkan dan ditambah sedikit kecap manis. Wala, jadilah teri tempe kecap.
Tampaknya makan siang hari ini kuranglah lengkat hanya dengan Teri tempe kecap. Maka Sebagai escord aku buatlah sayur tumis kol. Lengkaplah menu lunch hari ini.
p.s makasih sayang resepnya
p.s.s rasa cukup enak enak lah
konbanwa...
Rawon Gagal Nasi Gorengpun Muncul
Pagi masak rawon dan malamnya nasi goreng. begitulah kesimpulan cerita memasak hari itu. Nasi goreng malam itu memang bukan nasi goreng seperti biasa yang aku buat. Perbedaannya adalah ada pada irisan daging yang menjadi pelengkap nasi goreng malam ini. Ya, irisan daging itu berasal dari daging rawon yang dikeringkan dan ditambah kecap manis lalu digoreng kering dan di iris tipis. Benar saja rasanya, it's so tasty man, semua bumbu meresap ke dalam daging dengan sempurna.
Dihidangkan dengan irisan timun, selada membuat nasi goreng tambah nikmat.
Dibalik kegagalan ada keberhsilan
koniciwa... )
Dihidangkan dengan irisan timun, selada membuat nasi goreng tambah nikmat.
Dibalik kegagalan ada keberhsilan
koniciwa... )
Rabu, 16 November 2011
Rawon Bencana
Karena hari ini free, dan tidak melakukan apa-apa karna dari pagi hari sudah hujan. Aku putuskan untuk membuat sesuatu dari daging kurban yang aku dapat tanggal 6 kemaren wah udah lama juga ya... Hari ini aku akan membuat rawon dengan bumbu instan yang sudah aku beli beberapa waktu yang lalu.
hari ini gagal rawonku dan aku putuskan aku tidak suka rawon lagi -_-
Sebenarnya ada unsur historical yang membuat aku memilih rawon. Begini ceritanya, waktu aku SMP kalau ndak salah, emakku pernah membawakan ku sebungkus rawon yang ia bawa sepulangnya dari arisan. Nah itu lah hari pertama dan satu-satunya rawon yang aku makan sebelum tadi pagi. Rawon yang beliau bawakan itu sunguh menyelerakan dan membuat aku dalam sekejap menyukai rawon. begitulah cerita singkat sejarah rawon dalam hidupku. balik ke cerita;
Tampa menungu lama, aku persiapkan semua bahan yang mungkin diperlukan untuk membuat rawon. sedikit konfirmasi mengapa "mungkin" karena aku hanya menebak apa-apa saja yang 'bisa' aku pakai dalam rawonku nanti. Akhirnya, bedasarkan trawangan singkat itu maka aku potong kentang, bawang bombai dan tentu saja daging.
setelah semua bahan terpotong sesuai logika, maka mulailah aku merebus air. ketika air sudah mendidih ku masukkan daging dan kentang, wah ternyata panci yang aku pakai terlalu kcil, dan aku khawatir air rebusan itu akan tumpah. Ku salinlah kedalam kuali besar yang baru aku beli beberapa minggu yang lalu. Setelah ku kira empuk kumasukkan bumbu rawon instan yang sudah aku beli. Tak lama setelah itu aku masukkan bawang bombai yang telah aku potong. ku tunggu berapa lama sampai airnya mendidih.
Awalnya aku kira rawonku hari ini kan baik-baik saja, semua berjalan lancar sesuai rencana. Sampailah ketika aku mencium bau aneh yang keluar dari rawonku itu. bau itu seperti bau cat besi dan bau yang sangat menyengat. Belakangan baru aku sadari kalau aku terlalu cepat memasukkan bawang bombai dan kuali yang aku pakai masih berbau cat. Setelah aku cicipi benar saja rasanya pun ikut terkontaminasi seperti baunya
Sepertinya aku trauma memasak dan memakan rawon.
hari ini gagal rawonku dan aku putuskan aku tidak suka rawon lagi -_-
p.s I want a blender.....
ohaiyou...
ohaiyou...
Selasa, 15 November 2011
Malas
aku sangat malas hari ini, mau makan malas mau betulin skripsi malas, mau ngajar malas, mau mandi apalagi. cepatlah malas pergi....
Sabtu, 05 November 2011
Besok Idul Adha...
Idul Adha akan datang pada 6 November 2011. Sebagai pria belum menikah Idul Adha tampaknya bakal dilalui biasa-biasa saja, yang tak biasa adalah besok bisa melihat sapi dari hidup sampailah dia menjadi bungkusan yang siap dibedakan. Walaupun bakal dilalui dengan tidak istimewa saya juga harus melakukan persiapan, berikut ini adalah persiapan yang telah dilaksanakan dan akan dilaksanakan besok:
1. mencuci baju (alhamdulilah telah terlaksana tadi, tapi masih lembab :(, matahari kurang bersinar hari ini)
2. Mencuci motor (ok)
3. Membuat agar-agar dalam cetakan beruang ( udah tak sabar mau nyicipin :D)
4. Masak nasi ( semoga nasinya habis gak kebuang lagi, amin)
5. Tidur lebih awal
6. Mandi lebih pagi
7. Solat ied ( semoga tak sedih pas solat ingat orang tua jauh :( )
8. Bantu orang kurbanan di dekat rumah.
9. Ngambil daging (untuk pertama kali secara pribadi mendapat kupon kurban, nomor 152)
10.Pergi kerumah calon mertua ( :p ada soto besok disana, alhamdulilah ya...)
11.Ke T**m**n (agak malas, bukan agak tapi memang malas, berharap tidak bertemu anak S***n)
12.Ketempat ulang taun adik jefroz+ syukuran jefroz
Yaa ada 12 items banyak juga ya, semoga besok berjalan sesuai rencana dan tidak terjadi pertumpahan darah di T**r*n, aamiin....
p.s Jangan karena item 11 hari raya Idul Adha taun ini jadi bencana, aamiin...
konbanwa...
1. mencuci baju (alhamdulilah telah terlaksana tadi, tapi masih lembab :(, matahari kurang bersinar hari ini)
2. Mencuci motor (ok)
3. Membuat agar-agar dalam cetakan beruang ( udah tak sabar mau nyicipin :D)
4. Masak nasi ( semoga nasinya habis gak kebuang lagi, amin)
5. Tidur lebih awal
6. Mandi lebih pagi
7. Solat ied ( semoga tak sedih pas solat ingat orang tua jauh :( )
8. Bantu orang kurbanan di dekat rumah.
9. Ngambil daging (untuk pertama kali secara pribadi mendapat kupon kurban, nomor 152)
10.Pergi kerumah calon mertua ( :p ada soto besok disana, alhamdulilah ya...)
11.Ke T**m**n (agak malas, bukan agak tapi memang malas, berharap tidak bertemu anak S***n)
12.Ketempat ulang taun adik jefroz+ syukuran jefroz
Yaa ada 12 items banyak juga ya, semoga besok berjalan sesuai rencana dan tidak terjadi pertumpahan darah di T**r*n, aamiin....
p.s Jangan karena item 11 hari raya Idul Adha taun ini jadi bencana, aamiin...
konbanwa...
Jumat, 04 November 2011
Ternyata Bukan Aku Saja yang Berfiikir Begitu
Terkadang kita sering merasa tersakiti oleh pikiran kita sendiri, dengan kata lain, kita sering berfikir bahwa kita tersakiti padahal dalam situasi sebenarnya tak lah demikian. Pikiran sering menjadi faktor dominan dalam hal ini. Negative thinking mungkin itu kata yang populer untuk situasi seperti ini. walaupun thinking disini kurang lah tepat karena ini lebih ke arah feeling.
Namun ada kalanya fikiran dan perasaan itu merupakan Anugrah dari Yang Kuasa sebagai tanda kita harus berjaga-jaga mengambil langkah aman untuk berikutnya. Mempercayai perasaan dan pikiran sendiri bukanlah hal yang dapat disalahkan seutuhnya. Tentu semua yang kita rasakan dan fikirkan timbul dari gejala yang ada. Kemampuan analisa merupakan faktor penting akan kebenaran prasaan yang timbul tersebut. Kesalahan dalam menganalisa mungkin disebabkan pengaruh perasaan lebih dominan dari pada pikiran atau logika, rasa kasihan dan iba yang berlebihan pada diri sendiri merupakan pengaruh yang kuat dari perasaan seseorang. Sehingga pikiran yang jernih juga sangat mendukung dalam menentukan kebenaran hasil analisa yang telah dilakukan.
Menyimpulkan hasil analisa dari apa yang dirasakan dan difikirkan, terlepas apakah itu merupakan analisa yang benar maupun tidak benar, bukanlah hal yang sulit. Hal ini bisa menjadi mudah sejauh anda menyimpan analisa itu hanya untuk diri anda sendiri, jika ini telah sampai ke orang lain maka anda harus dapat mempertangungjawabkan analisa tersebut. Jika terbukti analisa anda itu salah makan anda bisa dibilang memfitnah.
Sampaikanlah kepada dunia analisa anda tersebut setelah anda mendapat cross chek dari orang yang juga merasakan apa yang anda rasakan. Semakin banyak orang yang mengungkapkan kesamaan denga apa yang anda raskan dan fikirkan maka semakin benar perasaan dan fikiran anda tersebut.
Satu hal yang juga penting anda ingat adalah, simpanlah kebenaran anda itu untuk diri anda sendiri jika anda ingin menjadi orang yang lebih baik dari orang yang telah menyakiti anda.
Tabahlah dengan kebenaran itu dan mulailah melangkah lebih maju
p.s kulkasnya uda ada let's have cooking time
konbanwa...
Namun ada kalanya fikiran dan perasaan itu merupakan Anugrah dari Yang Kuasa sebagai tanda kita harus berjaga-jaga mengambil langkah aman untuk berikutnya. Mempercayai perasaan dan pikiran sendiri bukanlah hal yang dapat disalahkan seutuhnya. Tentu semua yang kita rasakan dan fikirkan timbul dari gejala yang ada. Kemampuan analisa merupakan faktor penting akan kebenaran prasaan yang timbul tersebut. Kesalahan dalam menganalisa mungkin disebabkan pengaruh perasaan lebih dominan dari pada pikiran atau logika, rasa kasihan dan iba yang berlebihan pada diri sendiri merupakan pengaruh yang kuat dari perasaan seseorang. Sehingga pikiran yang jernih juga sangat mendukung dalam menentukan kebenaran hasil analisa yang telah dilakukan.
Menyimpulkan hasil analisa dari apa yang dirasakan dan difikirkan, terlepas apakah itu merupakan analisa yang benar maupun tidak benar, bukanlah hal yang sulit. Hal ini bisa menjadi mudah sejauh anda menyimpan analisa itu hanya untuk diri anda sendiri, jika ini telah sampai ke orang lain maka anda harus dapat mempertangungjawabkan analisa tersebut. Jika terbukti analisa anda itu salah makan anda bisa dibilang memfitnah.
Sampaikanlah kepada dunia analisa anda tersebut setelah anda mendapat cross chek dari orang yang juga merasakan apa yang anda rasakan. Semakin banyak orang yang mengungkapkan kesamaan denga apa yang anda raskan dan fikirkan maka semakin benar perasaan dan fikiran anda tersebut.
Satu hal yang juga penting anda ingat adalah, simpanlah kebenaran anda itu untuk diri anda sendiri jika anda ingin menjadi orang yang lebih baik dari orang yang telah menyakiti anda.
Tabahlah dengan kebenaran itu dan mulailah melangkah lebih maju
p.s kulkasnya uda ada let's have cooking time
konbanwa...
Langganan:
Postingan (Atom)












