Setelah sampai pada bulan yang mengkhawatirkan kini sampailah pada bulan yang membencanakan (mang ada ya kata membencanakan). Banyak sekali peristiwa yang memang cukup tak terduga di bulan Desember ini, salah satu peristiwa besar yang terjadi pada 13 desember 2011 bulan, begini jalan ceritanya. Hari itu sudah ku niatkan untuk bangun pagi dan mencuci sepeda bermotor kesayanganku, sudah hampir sebulan kuda merahku itu tak ku mandikan, maklum saja cuaca sedang tak bersahabat, musim hujan seakan tak pernah kehabisan airnya. Kebetulan sekali cuaca memang agak cerah 2 hari ini ya mungkin sudah saatnya kuda merahku itu bersinar lagi.
Benar saja setelah sebulan tak dimandikan memang membuat waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih extra untuk membersihkannya. dimulai dari pukul enam lewat dan baru kelar 1 jam setelahnya.Walaupun agak menguras tenaga tapi ada rasa kepuasan di hati. "Waw,kalau kinclong memang lebih enak dipandang ya." "seharusnya aku sudah lakukan ini sejak lama!" kataku dalam hati.
Tiba-tiba terdengar suara panggilan masuk dari kamar, dengan bergegas aku mengangkatnya. Ternyata saudaraku yang tinggal di kota menelponku, wah kayak dimana aja bilang di kota maklum aku tinggal di pinggiran kota. Teleponnya itu membawa kabar agar aku menjemput sebuah surat, yang rencananya akan dibawa oleh emakku ke Tanjungpinang hari ini. Ya tampa pikir panjang aku jawab bisa.
Ku pacu sepeda bermotorku cukup kencang dari biasanya. ku putuskan untuk melewati jalan utama agar cepat sampai. Seketika pada setengah perjalanan mulailah terjadi keanehan yang aku kira biasa dialami jika rantai motorku kendor. Tak mau ambil resiko aku sedikit memelankan laju kendaraanku, namun sesekali aku tetap melajutaknnya jika aku pikir keadaan memungknakan.
Memang nasib takkan kemana, tak lama setelah gejala aneh pada sepeda motorku, tiba-tiba terdengar sentakan keras dari arah bawah motorku. "Trak..." yah begitulah tulisan suaranya.Seharusnya aku sudah panik waktu itu, namun entah mengapa bagai sebuah keajaiban akan cukup tenang sekali. Ku beri tanda lampu sain ke kiri untuk menepikan motorku dengan segera. ku standarkan sepedaku itu dan ku liat kebelakang bannya. Alangkah terkejutnya aku. Ternyata rantai sepeda motorku terlepas dari kedudukan seharusnya. Aku sempat berpikir kalau ternyata motor juga bisa lepas rantai seperti sepeda ya? "Mungkin orang bengkel bisa memasangkannya kembali untukku." perkiraanku seperti itu waktu itu.
Karena rantainya sudah keluar dari tempat asalnya, maka secara otomatis romantis, mesin yang menempel pada sepedaku itu tak dapat melaksanakan tugasnya untuk menjalankan motorku lagi, oelh sebab itu ya aku harus mendorongnya. Cukup lama aku mendorong motor tercintaku itu, maklum di pinggir jalan utam hampir sulit untuk menemukan bengkel. Akhirnya sampailah aku di sebuah tempat tambal ban. Pada awalnya aku sempat ragu karena motorku yang rusak rantainya bukan bannya. Tapi kutepis keraguanku dan bertanya "Bisa padang rantai, bang?" memang bagai buku bertemu ruasnya, abang itu pun mengangguk sebagai tanda iya atas pertanyaanku.
Ku pikir maslahku akan selesai disini. namun ternyata penyelesainnya tak lah semudah yang aku bayangkan. rantai yang ku kira hanya tinggal di pasang, seperti rantai sepeda yang tinggal di pasang lalu bisa jalan lagi, namun semuanya jauh berbeda. Gigi tarik atau chain gear pada sepeda motorku ternyata sudah tak rata lagi , begitu pula dengan rantainya, saudah belong begitu lah istilahnya.
Semua gear dan rantainya harus diganti. alamak masih teringat dalam benakku kalau gear rantai itu cukup mahal, 320.000 rupiah, itu lah uang yang harus kau keluarkan waktu terakhir kali mengganti gearnya sekitar 11 bulan yang lalu. Sebenarnya kondisi gearnya masih bagus namun di akibatkan permukaan rantainya sudah tidak rata maka geranya harus diganti.
kutanyalah sama abang tambal ban itu berapa kira-kira harga gear yang kw an itu. 150.000 katanya, wah mana uang yang di dompet kurang dari 70.000 lagi. aku putuskan untuk memng sms temanku kara. Sbenarnya aku tak enak meminta bantuannya, hal ini dikrenakan ini masih terlalu pagi, dia perempuan dan rumahnya cukup jauh dari tempat tambal ban, namun aku tak punya pilihan lain hanya dia yang aku percaya dapat membantuku saat itu. Tak lupa pula aku meminta kepada kara untuk membawa uang 100 ribu untuk aku pinjam, untung saja dia masih ad uang segitu waktu itu.
Tiga puluh menit aku menunggu kedatangan kara. dan sekitar lima puluh menit tambahan lagi, abang tambal ban itu memasang semua gearnya.
Ternyata ini bukanlah akhir dari cerita motorku hari ini. Besi penyangga sok breaker ke ban penyok terkena tarikan rantai yang lepas dan tidak putus itu tadi. Mendapat saran dari abang tambal ban ini kalau dia mempunyai teman tukang bubut tak jauh dari sin, ya aku iyakan sarannya itu. sesampainya disana dia menegokan harga perbaikan kaki ayun motorku itu, rupanya harganya cuma 15rb ya cukup murah lah. Namu uang di dompetku sudah habis membeli gear dan membayar upah pemasangannya. Jadi setelah deal aku pergi bersama kara untuk mencari ATM terdekat untuk mengambil uang. Malangnya tidak ada ATM di dekat sini. hampir 30 menit pula kami mencari ATM baru ketemu.
Sesampainya di tempat bubut itu kembali bukan lah perkara mudah kami sempat salah jalan beberapa kali samapi akhirnya sampai di tujuan. setelah samapai disana, tiba-tiba tukang bubut itu bilang besinya udah terlalu banyak bengkoknya udah keras tak mau dibentuk, perlu waktu lama untuk mengerjakannya bisa-bisa seharian dan biayanya bisa mencapai 150 ribu. Alamak, lama kali. namun dia punya solusi lain aku cukup membayar 75 ribu dan akan dia pasangkan kaki ayun yang dia punya namun punyaku buat ditinggal. Wah ternyata bapak itu baik sekali. Kaki ayun yang dia tawarkan merupakan kaki ayun dari motor sejenis yang kondisinya masih bagus walau tak baru lagi. Merasa tidak dirugikan, aku setujui tawarannya itu. ternyata hampir 1 jam aku menunggu proses pemasangannya. Sekitar jam 11.390 baru semuanya selesai termasuk memperbaiki plek belakang motor ku yang sudah belong dengan biaya tambahn 50 ribu.
Hampir 300 ribu aku biskan pagi itu dan aku melewatkan keberangkatan emakku ke Tanjungpinang, tampa melihatnya berangkat :(.
Dalam setiap pristiwa tentu ada hikmah disebaliknya
sekurang-kurangnya aku mendapat 4 hikmah hari itu.
1. Ternyata masih ada orang baik di dunia ini, walaupun abang tambal ban itu berada di tingkat ekonomi menengah ke bawah namun dia dengan ikhlas mau membantu orang yang sedang memerlukan.
2. dapat kaki ayun baru. kaki ayun motor ku yang sebelumnya sebenarnya sudah sepat tergores cukup dalam.
3. Kuasa Allah sunguh besar. Menurut abang tambal ban dan bapak tukang bubut. melihat kerusakan motorku, aku seharusnya sudah jatuh dan terluka cukup parah, Namun berkat Kuasa Allah, aku terselamat dari bencana itu.
4. aku mendapat pelajaran berharga agar tidak sembarangan memilih bengkel untuk menyetel rantai lagi. Karena semua yang aku alami hari itu disebabkan oleh kesalahan kecil penyetelan rantai.
Kamis, 15 Desember 2011
Jumat, 25 November 2011
Bulan Paling Mengkhawatirkan
Bulan ini uang paling cepat habis
bulan ini anak-anak banyak Small test
Bulan ini bensin susah
Bulan ini pengeluaran Banyak dan Besar
Bulan ini hati ndak enak kali
semoga baik-baik saja
bulan ini anak-anak banyak Small test
Bulan ini bensin susah
Bulan ini pengeluaran Banyak dan Besar
Bulan ini hati ndak enak kali
semoga baik-baik saja
Sabtu, 19 November 2011
Teri Tempe Kecap dan Cabe
Uhuy, pagi ini aku bersemangat sekali. Sangat bersemangat untuk memasak sesuatu. Ini dikarenakan aku sudah membeli cobek baru untuk menghaluskan bumbu lho. mang penting gitu???
Berbekal dari resep ayank nana yang diberikan beberapa hari yang lalu, maka aku mulai lah membuka lemari es untuk mengambil bahan yang diperlukan. Benar saja, tampa aku prediksi sebelumnya, tempe yang aku beli beberapa minggu yang lalu sudah lengket dan membusuk bego ya iya lah udah lama mah... "Wah, kacau ni rencana hari ini" kata-kata itu sempat terlintas dalam kepalaku. Tak satu jalan ke Roma, kata bang haji Oma Irama. Aku putuskan untuk membeli saja tempe di warung dekat rumah. Walah nampaknya keberuntungan belum berpihak padaku pagi ini. Ternyata ibuk yang punya warung belum pulang dari pasar, so there is no tempe there. Dengan semangat yang semula membara dan kini kian meredup, ku pulanglah dan akan datang kembali setelah ibuk pemilik warung pulang dari pasar dengan harapan ada tempe hari ini.
Setelah satu film yang ku sewa selesai ditonton judlnya 'Laconia', bagus lho filmnya. Aku kembalilah datang ke warung. Ternyata ada tempe, ku belilah tempe satu batang, bawang merah dan cabe merah. Total belanja hari ini adalah Rp. 5.500,-, murah ya...
pertama kupotong teampe bentuk dadu lalu dilumuri dengan bawang putih yang aku giling sebukmnya. Selanjutnya teri dan tempe aku goreng sampai kering. Ku tumis bawang merah dan cabe merah yang juga sudah digiling, wah mentang mentang gilingan baru dibilang terus digilingnya. Selanjutnya tempe dan teri dimasukkan dan ditambah sedikit kecap manis. Wala, jadilah teri tempe kecap.
Tampaknya makan siang hari ini kuranglah lengkat hanya dengan Teri tempe kecap. Maka Sebagai escord aku buatlah sayur tumis kol. Lengkaplah menu lunch hari ini.
p.s makasih sayang resepnya
p.s.s rasa cukup enak enak lah
konbanwa...
Berbekal dari resep ayank nana yang diberikan beberapa hari yang lalu, maka aku mulai lah membuka lemari es untuk mengambil bahan yang diperlukan. Benar saja, tampa aku prediksi sebelumnya, tempe yang aku beli beberapa minggu yang lalu sudah lengket dan membusuk bego ya iya lah udah lama mah... "Wah, kacau ni rencana hari ini" kata-kata itu sempat terlintas dalam kepalaku. Tak satu jalan ke Roma, kata bang haji Oma Irama. Aku putuskan untuk membeli saja tempe di warung dekat rumah. Walah nampaknya keberuntungan belum berpihak padaku pagi ini. Ternyata ibuk yang punya warung belum pulang dari pasar, so there is no tempe there. Dengan semangat yang semula membara dan kini kian meredup, ku pulanglah dan akan datang kembali setelah ibuk pemilik warung pulang dari pasar dengan harapan ada tempe hari ini.
Setelah satu film yang ku sewa selesai ditonton judlnya 'Laconia', bagus lho filmnya. Aku kembalilah datang ke warung. Ternyata ada tempe, ku belilah tempe satu batang, bawang merah dan cabe merah. Total belanja hari ini adalah Rp. 5.500,-, murah ya...
pertama kupotong teampe bentuk dadu lalu dilumuri dengan bawang putih yang aku giling sebukmnya. Selanjutnya teri dan tempe aku goreng sampai kering. Ku tumis bawang merah dan cabe merah yang juga sudah digiling, wah mentang mentang gilingan baru dibilang terus digilingnya. Selanjutnya tempe dan teri dimasukkan dan ditambah sedikit kecap manis. Wala, jadilah teri tempe kecap.
Tampaknya makan siang hari ini kuranglah lengkat hanya dengan Teri tempe kecap. Maka Sebagai escord aku buatlah sayur tumis kol. Lengkaplah menu lunch hari ini.
p.s makasih sayang resepnya
p.s.s rasa cukup enak enak lah
konbanwa...
Rawon Gagal Nasi Gorengpun Muncul
Pagi masak rawon dan malamnya nasi goreng. begitulah kesimpulan cerita memasak hari itu. Nasi goreng malam itu memang bukan nasi goreng seperti biasa yang aku buat. Perbedaannya adalah ada pada irisan daging yang menjadi pelengkap nasi goreng malam ini. Ya, irisan daging itu berasal dari daging rawon yang dikeringkan dan ditambah kecap manis lalu digoreng kering dan di iris tipis. Benar saja rasanya, it's so tasty man, semua bumbu meresap ke dalam daging dengan sempurna.
Dihidangkan dengan irisan timun, selada membuat nasi goreng tambah nikmat.
Dibalik kegagalan ada keberhsilan
koniciwa... )
Dihidangkan dengan irisan timun, selada membuat nasi goreng tambah nikmat.
Dibalik kegagalan ada keberhsilan
koniciwa... )
Rabu, 16 November 2011
Rawon Bencana
Karena hari ini free, dan tidak melakukan apa-apa karna dari pagi hari sudah hujan. Aku putuskan untuk membuat sesuatu dari daging kurban yang aku dapat tanggal 6 kemaren wah udah lama juga ya... Hari ini aku akan membuat rawon dengan bumbu instan yang sudah aku beli beberapa waktu yang lalu.
hari ini gagal rawonku dan aku putuskan aku tidak suka rawon lagi -_-
Sebenarnya ada unsur historical yang membuat aku memilih rawon. Begini ceritanya, waktu aku SMP kalau ndak salah, emakku pernah membawakan ku sebungkus rawon yang ia bawa sepulangnya dari arisan. Nah itu lah hari pertama dan satu-satunya rawon yang aku makan sebelum tadi pagi. Rawon yang beliau bawakan itu sunguh menyelerakan dan membuat aku dalam sekejap menyukai rawon. begitulah cerita singkat sejarah rawon dalam hidupku. balik ke cerita;
Tampa menungu lama, aku persiapkan semua bahan yang mungkin diperlukan untuk membuat rawon. sedikit konfirmasi mengapa "mungkin" karena aku hanya menebak apa-apa saja yang 'bisa' aku pakai dalam rawonku nanti. Akhirnya, bedasarkan trawangan singkat itu maka aku potong kentang, bawang bombai dan tentu saja daging.
setelah semua bahan terpotong sesuai logika, maka mulailah aku merebus air. ketika air sudah mendidih ku masukkan daging dan kentang, wah ternyata panci yang aku pakai terlalu kcil, dan aku khawatir air rebusan itu akan tumpah. Ku salinlah kedalam kuali besar yang baru aku beli beberapa minggu yang lalu. Setelah ku kira empuk kumasukkan bumbu rawon instan yang sudah aku beli. Tak lama setelah itu aku masukkan bawang bombai yang telah aku potong. ku tunggu berapa lama sampai airnya mendidih.
Awalnya aku kira rawonku hari ini kan baik-baik saja, semua berjalan lancar sesuai rencana. Sampailah ketika aku mencium bau aneh yang keluar dari rawonku itu. bau itu seperti bau cat besi dan bau yang sangat menyengat. Belakangan baru aku sadari kalau aku terlalu cepat memasukkan bawang bombai dan kuali yang aku pakai masih berbau cat. Setelah aku cicipi benar saja rasanya pun ikut terkontaminasi seperti baunya
Sepertinya aku trauma memasak dan memakan rawon.
hari ini gagal rawonku dan aku putuskan aku tidak suka rawon lagi -_-
p.s I want a blender.....
ohaiyou...
ohaiyou...
Selasa, 15 November 2011
Malas
aku sangat malas hari ini, mau makan malas mau betulin skripsi malas, mau ngajar malas, mau mandi apalagi. cepatlah malas pergi....
Sabtu, 05 November 2011
Besok Idul Adha...
Idul Adha akan datang pada 6 November 2011. Sebagai pria belum menikah Idul Adha tampaknya bakal dilalui biasa-biasa saja, yang tak biasa adalah besok bisa melihat sapi dari hidup sampailah dia menjadi bungkusan yang siap dibedakan. Walaupun bakal dilalui dengan tidak istimewa saya juga harus melakukan persiapan, berikut ini adalah persiapan yang telah dilaksanakan dan akan dilaksanakan besok:
1. mencuci baju (alhamdulilah telah terlaksana tadi, tapi masih lembab :(, matahari kurang bersinar hari ini)
2. Mencuci motor (ok)
3. Membuat agar-agar dalam cetakan beruang ( udah tak sabar mau nyicipin :D)
4. Masak nasi ( semoga nasinya habis gak kebuang lagi, amin)
5. Tidur lebih awal
6. Mandi lebih pagi
7. Solat ied ( semoga tak sedih pas solat ingat orang tua jauh :( )
8. Bantu orang kurbanan di dekat rumah.
9. Ngambil daging (untuk pertama kali secara pribadi mendapat kupon kurban, nomor 152)
10.Pergi kerumah calon mertua ( :p ada soto besok disana, alhamdulilah ya...)
11.Ke T**m**n (agak malas, bukan agak tapi memang malas, berharap tidak bertemu anak S***n)
12.Ketempat ulang taun adik jefroz+ syukuran jefroz
Yaa ada 12 items banyak juga ya, semoga besok berjalan sesuai rencana dan tidak terjadi pertumpahan darah di T**r*n, aamiin....
p.s Jangan karena item 11 hari raya Idul Adha taun ini jadi bencana, aamiin...
konbanwa...
1. mencuci baju (alhamdulilah telah terlaksana tadi, tapi masih lembab :(, matahari kurang bersinar hari ini)
2. Mencuci motor (ok)
3. Membuat agar-agar dalam cetakan beruang ( udah tak sabar mau nyicipin :D)
4. Masak nasi ( semoga nasinya habis gak kebuang lagi, amin)
5. Tidur lebih awal
6. Mandi lebih pagi
7. Solat ied ( semoga tak sedih pas solat ingat orang tua jauh :( )
8. Bantu orang kurbanan di dekat rumah.
9. Ngambil daging (untuk pertama kali secara pribadi mendapat kupon kurban, nomor 152)
10.Pergi kerumah calon mertua ( :p ada soto besok disana, alhamdulilah ya...)
11.Ke T**m**n (agak malas, bukan agak tapi memang malas, berharap tidak bertemu anak S***n)
12.Ketempat ulang taun adik jefroz+ syukuran jefroz
Yaa ada 12 items banyak juga ya, semoga besok berjalan sesuai rencana dan tidak terjadi pertumpahan darah di T**r*n, aamiin....
p.s Jangan karena item 11 hari raya Idul Adha taun ini jadi bencana, aamiin...
konbanwa...
Jumat, 04 November 2011
Ternyata Bukan Aku Saja yang Berfiikir Begitu
Terkadang kita sering merasa tersakiti oleh pikiran kita sendiri, dengan kata lain, kita sering berfikir bahwa kita tersakiti padahal dalam situasi sebenarnya tak lah demikian. Pikiran sering menjadi faktor dominan dalam hal ini. Negative thinking mungkin itu kata yang populer untuk situasi seperti ini. walaupun thinking disini kurang lah tepat karena ini lebih ke arah feeling.
Namun ada kalanya fikiran dan perasaan itu merupakan Anugrah dari Yang Kuasa sebagai tanda kita harus berjaga-jaga mengambil langkah aman untuk berikutnya. Mempercayai perasaan dan pikiran sendiri bukanlah hal yang dapat disalahkan seutuhnya. Tentu semua yang kita rasakan dan fikirkan timbul dari gejala yang ada. Kemampuan analisa merupakan faktor penting akan kebenaran prasaan yang timbul tersebut. Kesalahan dalam menganalisa mungkin disebabkan pengaruh perasaan lebih dominan dari pada pikiran atau logika, rasa kasihan dan iba yang berlebihan pada diri sendiri merupakan pengaruh yang kuat dari perasaan seseorang. Sehingga pikiran yang jernih juga sangat mendukung dalam menentukan kebenaran hasil analisa yang telah dilakukan.
Menyimpulkan hasil analisa dari apa yang dirasakan dan difikirkan, terlepas apakah itu merupakan analisa yang benar maupun tidak benar, bukanlah hal yang sulit. Hal ini bisa menjadi mudah sejauh anda menyimpan analisa itu hanya untuk diri anda sendiri, jika ini telah sampai ke orang lain maka anda harus dapat mempertangungjawabkan analisa tersebut. Jika terbukti analisa anda itu salah makan anda bisa dibilang memfitnah.
Sampaikanlah kepada dunia analisa anda tersebut setelah anda mendapat cross chek dari orang yang juga merasakan apa yang anda rasakan. Semakin banyak orang yang mengungkapkan kesamaan denga apa yang anda raskan dan fikirkan maka semakin benar perasaan dan fikiran anda tersebut.
Satu hal yang juga penting anda ingat adalah, simpanlah kebenaran anda itu untuk diri anda sendiri jika anda ingin menjadi orang yang lebih baik dari orang yang telah menyakiti anda.
Tabahlah dengan kebenaran itu dan mulailah melangkah lebih maju
p.s kulkasnya uda ada let's have cooking time
konbanwa...
Namun ada kalanya fikiran dan perasaan itu merupakan Anugrah dari Yang Kuasa sebagai tanda kita harus berjaga-jaga mengambil langkah aman untuk berikutnya. Mempercayai perasaan dan pikiran sendiri bukanlah hal yang dapat disalahkan seutuhnya. Tentu semua yang kita rasakan dan fikirkan timbul dari gejala yang ada. Kemampuan analisa merupakan faktor penting akan kebenaran prasaan yang timbul tersebut. Kesalahan dalam menganalisa mungkin disebabkan pengaruh perasaan lebih dominan dari pada pikiran atau logika, rasa kasihan dan iba yang berlebihan pada diri sendiri merupakan pengaruh yang kuat dari perasaan seseorang. Sehingga pikiran yang jernih juga sangat mendukung dalam menentukan kebenaran hasil analisa yang telah dilakukan.
Menyimpulkan hasil analisa dari apa yang dirasakan dan difikirkan, terlepas apakah itu merupakan analisa yang benar maupun tidak benar, bukanlah hal yang sulit. Hal ini bisa menjadi mudah sejauh anda menyimpan analisa itu hanya untuk diri anda sendiri, jika ini telah sampai ke orang lain maka anda harus dapat mempertangungjawabkan analisa tersebut. Jika terbukti analisa anda itu salah makan anda bisa dibilang memfitnah.
Sampaikanlah kepada dunia analisa anda tersebut setelah anda mendapat cross chek dari orang yang juga merasakan apa yang anda rasakan. Semakin banyak orang yang mengungkapkan kesamaan denga apa yang anda raskan dan fikirkan maka semakin benar perasaan dan fikiran anda tersebut.
Satu hal yang juga penting anda ingat adalah, simpanlah kebenaran anda itu untuk diri anda sendiri jika anda ingin menjadi orang yang lebih baik dari orang yang telah menyakiti anda.
Tabahlah dengan kebenaran itu dan mulailah melangkah lebih maju
p.s kulkasnya uda ada let's have cooking time
konbanwa...
Minggu, 30 Oktober 2011
Akhirnya Hari Minggu Datang Juga
Setelah lama dikhawatirkan dan sempat berharap hari ini di skip dari tanggal akhirnya hari ini datang juga. Pagi ini aku mulai dengan harapan, berharap akan hujan, hujan selebat-lebatnya, biar ada alasan buat tidak datang pagi ini. oh, tapi ternyata sungguh Tuhan menginginkan aku untuk datang hari ini.
Tak seperti pagi-pagi lainnya, sekitar jam tujuh pagi aku sudah mandi, kemudian berpakaian rapi mengenakan celana kain hitam dan atasan batik. jam 07.30 aku sudah berangkat dari rumah karena tak ingin terjebak macet dan tak mendapat tempat parkir. wus sampailah aku di kampus dan sialnya ternyata disana tidak ada kemacetan dan temapat parkir pun sangat lenggang sekali, aku baru ingat hari ini cuma mahasiswa fakultasku yang wisudaan ah bego maklum aj baru sekali datang wisudaan.
Setelah memarkirkan motor tercintaku ditempat yang aku kira aman dan tak lupa pula memberi gembog kepada belahan jiwaku itu agak lebai ya :D ku lanjutkan perjalanan ketempat acara. wew buset semakin mendekati tempat acara kampus yang aku kira tempat menuntut ilmu berubah seperti pasar kaget dalam seketika. yah mungkin ini rezeki bagi para pedagang untuk mendapatkan uang yang halal, semoga mereka mendapat untung sebanyak-banyaknya, amin tapi sampahnya jangan dibiarin sembarangan ya.
Malangnya lagi baru sadar kalau aku datang terlalu pagi jam delapan kurang, melangang kesana kemari tak tentu arah sampailah saatnya untuk merenungkan kebodohan ini dipinggir kolam sambil elus-elus jidad. oh man this morning is so hot!!!
Merasa sudah cukup tenang dan bosan, aku kembali berjalan-jalan lagi seperti biasa tampa tujuan yang pasti. Sampailah di sebuah pohon pinus yang tak terlalu besar tapi cukuplah untuk menyandarkan tubuhku yang tak kecil ini sambil berdiri, ya posenya mirip-mirip beruang madu lagi garuk-garuk punggung di pohon. cukup lama aku di sana, sampailah tiba-tiba lewat seorang bapak yang sudah tua dan berumur melewatiku membawa dagangannya yang masih penuh, sepertinya belum terjual satupun, sambil memainkan sebuah harmonika dengan sangat lihainya, maklum dia penjual harmonika. Anehnnya tak seperti pedagang-pedagang lainnya yang menawarkan dagangannya. Dia hanya lewat saja waktu itu seperti tak ada niat untuk bertanya kepada seorangpun termasuk aku "apakah anda mau membeli harmonika yang saya jual?" Yah aku sedikit kasian dengan bapak itu, sejenak aku berfikir tentang masa kecilku yang sempat mempunyai harmonika hadiah dari ayah yang kini tak tau lagi dimana keberadaanya. Merasa ingin mempunyai harmonika dan mengenang masa kecilku, akhirnya ku putuskan untuk mencari bapak penjual harmonika itu, tak perlu waktu lama untuk mencarinya, karena dia sedang berdiri dibalik orang-orang sambil memainkan harmonika merdunya. Akhirnya ku belilah harmonika berukuran sedang dengan harga 50 ribu berwarna hitam dengan uang 100 ribu terakhirku sedikit terharu waktu mengingat uang itu, tapi tak apalah ini semua kulakukan untuk mengingat masa kecil bahagiaku dan siapa tau aku bisa menjadi maestro harmonika seperti bapak penjual itu :) ngarep.
Terimakasih bapak penjual harmonika berkatmu aku mempunyai harmonika lagi, dan aku dapat tersenyum bahagia memainkannya.
Akhirnya acara wisudaan itu dimulai juga, sekitar jam sembilan lewat man ni orang Indo selalu ngaret ya. tak mau kelewatan moment untuk melihat orang yang masih aku sayangi 'di apa ya istilahnya? 'kita sebut saja diwisuda, aku mengambil posisi paling depan, sampai di 'police line' tanda batas terdepan untuk pengunjung. tak ada seorangpun yang ada di posisi itu waktu itu, maklum cuaca sedang sangat terik-teriknya, it's realy so hot man, I'm not laying deh, buktinya hp aja sampai ngeheng karna kepanasasan. Cukup lama aku di sana namun masih tetap tak dapat menemukan dimana tempat keberadaan wanita pemilik hatiku itu, maklum saja 2256 orang memakai toga dan topi yang sama dan seperti biasanya rata-rata wanitanya memakai make up cukup tebal, mereka semua seperti anak kembar dari kejauhan. kuperhatikan satu persatu namun namanya tak kunjung muncul juga, sampailah saat jedah.
Merasa tak ada harapan akan menemukannya dengan cara seperti ini, ku putuskan untuk berkeliling, siapa tau aku bertemu dengan keluarganya di suatu tempat dan dapat menyaksikan belahan jiwaku itu diwisuda. Bagai gayung bersambut, aku mendapat sms dari adiknya, Ria, dan akhirnya aku dapat berjumpa dengan keluarganya. Akhirnya aku tak merasa sebatang kara lagi di tempat ini :). Sesampainya di sana ternyata namanya sudah dipanggil dan aku tak dapat menyaksikan peristiwa penting itu, sedikit kecewa ya memang kecewa. tapi ya sudahlah setidaknya aku bisa berjumpa dengannya selesai acara nanti.
Harapanku terkabul lebih awal, ternyata dia menuju kebelakang tak kembali ke kursinya. Akhirnya aku dapat melihatnya untuk pertama kali mengenakan toga dengan sangat anggunya, dia terlihat cantik sekali waktu itu, benar-benar manis dan ayu. Walaupun hari ini ku lalui dengan cukup berat pada awalnya, namun sangat jelas aku bahagia melihat senyum bahagianya hari ini. Ternyata hari minggu ini tak buruk sama sekali, dan aku bahagia....
Hatiku mencintaimu walaupun mulut dan facebookku berkata tidak.
Konbanwa.....
Tak seperti pagi-pagi lainnya, sekitar jam tujuh pagi aku sudah mandi, kemudian berpakaian rapi mengenakan celana kain hitam dan atasan batik. jam 07.30 aku sudah berangkat dari rumah karena tak ingin terjebak macet dan tak mendapat tempat parkir. wus sampailah aku di kampus dan sialnya ternyata disana tidak ada kemacetan dan temapat parkir pun sangat lenggang sekali, aku baru ingat hari ini cuma mahasiswa fakultasku yang wisudaan ah bego maklum aj baru sekali datang wisudaan.
Setelah memarkirkan motor tercintaku ditempat yang aku kira aman dan tak lupa pula memberi gembog kepada belahan jiwaku itu agak lebai ya :D ku lanjutkan perjalanan ketempat acara. wew buset semakin mendekati tempat acara kampus yang aku kira tempat menuntut ilmu berubah seperti pasar kaget dalam seketika. yah mungkin ini rezeki bagi para pedagang untuk mendapatkan uang yang halal, semoga mereka mendapat untung sebanyak-banyaknya, amin tapi sampahnya jangan dibiarin sembarangan ya.
Malangnya lagi baru sadar kalau aku datang terlalu pagi jam delapan kurang, melangang kesana kemari tak tentu arah sampailah saatnya untuk merenungkan kebodohan ini dipinggir kolam sambil elus-elus jidad. oh man this morning is so hot!!!
Merasa sudah cukup tenang dan bosan, aku kembali berjalan-jalan lagi seperti biasa tampa tujuan yang pasti. Sampailah di sebuah pohon pinus yang tak terlalu besar tapi cukuplah untuk menyandarkan tubuhku yang tak kecil ini sambil berdiri, ya posenya mirip-mirip beruang madu lagi garuk-garuk punggung di pohon. cukup lama aku di sana, sampailah tiba-tiba lewat seorang bapak yang sudah tua dan berumur melewatiku membawa dagangannya yang masih penuh, sepertinya belum terjual satupun, sambil memainkan sebuah harmonika dengan sangat lihainya, maklum dia penjual harmonika. Anehnnya tak seperti pedagang-pedagang lainnya yang menawarkan dagangannya. Dia hanya lewat saja waktu itu seperti tak ada niat untuk bertanya kepada seorangpun termasuk aku "apakah anda mau membeli harmonika yang saya jual?" Yah aku sedikit kasian dengan bapak itu, sejenak aku berfikir tentang masa kecilku yang sempat mempunyai harmonika hadiah dari ayah yang kini tak tau lagi dimana keberadaanya. Merasa ingin mempunyai harmonika dan mengenang masa kecilku, akhirnya ku putuskan untuk mencari bapak penjual harmonika itu, tak perlu waktu lama untuk mencarinya, karena dia sedang berdiri dibalik orang-orang sambil memainkan harmonika merdunya. Akhirnya ku belilah harmonika berukuran sedang dengan harga 50 ribu berwarna hitam dengan uang 100 ribu terakhirku sedikit terharu waktu mengingat uang itu, tapi tak apalah ini semua kulakukan untuk mengingat masa kecil bahagiaku dan siapa tau aku bisa menjadi maestro harmonika seperti bapak penjual itu :) ngarep.
Terimakasih bapak penjual harmonika berkatmu aku mempunyai harmonika lagi, dan aku dapat tersenyum bahagia memainkannya.
Akhirnya acara wisudaan itu dimulai juga, sekitar jam sembilan lewat man ni orang Indo selalu ngaret ya. tak mau kelewatan moment untuk melihat orang yang masih aku sayangi 'di apa ya istilahnya? 'kita sebut saja diwisuda, aku mengambil posisi paling depan, sampai di 'police line' tanda batas terdepan untuk pengunjung. tak ada seorangpun yang ada di posisi itu waktu itu, maklum cuaca sedang sangat terik-teriknya, it's realy so hot man, I'm not laying deh, buktinya hp aja sampai ngeheng karna kepanasasan. Cukup lama aku di sana namun masih tetap tak dapat menemukan dimana tempat keberadaan wanita pemilik hatiku itu, maklum saja 2256 orang memakai toga dan topi yang sama dan seperti biasanya rata-rata wanitanya memakai make up cukup tebal, mereka semua seperti anak kembar dari kejauhan. kuperhatikan satu persatu namun namanya tak kunjung muncul juga, sampailah saat jedah.
Merasa tak ada harapan akan menemukannya dengan cara seperti ini, ku putuskan untuk berkeliling, siapa tau aku bertemu dengan keluarganya di suatu tempat dan dapat menyaksikan belahan jiwaku itu diwisuda. Bagai gayung bersambut, aku mendapat sms dari adiknya, Ria, dan akhirnya aku dapat berjumpa dengan keluarganya. Akhirnya aku tak merasa sebatang kara lagi di tempat ini :). Sesampainya di sana ternyata namanya sudah dipanggil dan aku tak dapat menyaksikan peristiwa penting itu, sedikit kecewa ya memang kecewa. tapi ya sudahlah setidaknya aku bisa berjumpa dengannya selesai acara nanti.
Harapanku terkabul lebih awal, ternyata dia menuju kebelakang tak kembali ke kursinya. Akhirnya aku dapat melihatnya untuk pertama kali mengenakan toga dengan sangat anggunya, dia terlihat cantik sekali waktu itu, benar-benar manis dan ayu. Walaupun hari ini ku lalui dengan cukup berat pada awalnya, namun sangat jelas aku bahagia melihat senyum bahagianya hari ini. Ternyata hari minggu ini tak buruk sama sekali, dan aku bahagia....
Hatiku mencintaimu walaupun mulut dan facebookku berkata tidak.
Konbanwa.....
Jumat, 28 Oktober 2011
Sarapan Pagi Ini.....
Tak seperti biasanya saat bangun tidur pagi ini perut langsung terasa lapar, mungkin karena semalam cuma makan malam pake bakso+mie *Cuma....??dasar perut karung. Tak lama setelah itu telah diputuskan bahwa hari ini harus membuat sarapan sendiri, karana malas keluar membeli sarapan. hmmm. tak perlu pikir panjang terpikirlah mie instant menjadi menu andalan pagi ini *Karna memang itu yang ada :(. Karna tak menginkan mie instant yang biasa-biasa saja dan menginginkan sarapan yang lengkap dari segi gizi, protein, kabohidra dan mineral, telah disiapak bahan pengiring tambahan berupa: bawang merah, kacang panjang, cabe rawit dan tentu saja telor (stok makanan bulan tua).
cara membuat:
cara membuat:
- Goreng telor, biarkan kuningnya setengah matang dan tiriskan
- Tumis bawang merah
tentu saja dengan minyak yang sudah memijarsampai kelihatan menguning dan harum (menurut selera) - Masukkan air + 300ml biarkan sampai mendidih
- masukkan kacang panjang dan cabe rawit yang telah dipotong, tunggu sampai empuk
- masukkan garam, merica bubuk dan bumbu bawaan mie instant (sesuka yang buat)
- masukkan mie biarkan mendidih sampai lembut
- sebelum diangkat masukkan telor yang sudah digoreng dan biarkan sampai kuningnya matang.
wala...... jadi lah sarapan pagi iyang mengandung komposisi empat sehat.
p.s masalah rasa alhamdulilah tidak mengecewakan :)
ohaiyou............
ohaiyou............
Kamis, 27 Oktober 2011
Menjelang Hari Minggu
Rabu, 26 Oktober 2011
Hari pertama blogging
ini mungkin hari yang biasa bagi orang lain tapi hari ini bukan hari biasa lho....
hari ini 26 oktober saya Syauli PP membuat blog tentang apa saja yang terpikirkan
so it'sabout something inside the mind not outside the mind hehehehehe
ohaiyou.......
hari ini 26 oktober saya Syauli PP membuat blog tentang apa saja yang terpikirkan
so it'sabout something inside the mind not outside the mind hehehehehe
ohaiyou.......
Langganan:
Postingan (Atom)






















