Hati bagian yg mengatur rasa namun tak berupa. Namun dapatkah hati bekata-kata? Walau tak miliki raga penghasil suara, namun suaranya bisa terdengar walau kadang hanya sama-samar. Ketika hati mencoba berteriak kencang adakah telinga yg peka yg dapat menangkapnya? Ya mingkin usia ada kaitannya dengan kemampuan telinga jiwa mendengarkan suara jenis ini. Ya tak salah lagi usia menyebabkan manusia lebih banyak terdedah dengan jeritan jeritan sumbang dunia yg selalu melantunkan nyanyian kekuasaan, kemewahan dan kesenangan dunia. Dan terbenamlah suara hati tadi dengan hiruk pikuk bisingnya kesibukan duniawi. Saat itu sampai maka hati akan berhenti dengan sendirinya ,berhenti mencoba berkata kata karna tak ada yg akan menghiraukannya. Semoga usia tak membuat hati kehilngan kemampuannya bersuara dan tak meyebabkan kita kehilangan kebolehan untuk mendegarkannya.
koniciwa
p.s still struggling in chapter one
Tidak ada komentar:
Posting Komentar