Sebenarnya ada unsur historical yang membuat aku memilih rawon. Begini ceritanya, waktu aku SMP kalau ndak salah, emakku pernah membawakan ku sebungkus rawon yang ia bawa sepulangnya dari arisan. Nah itu lah hari pertama dan satu-satunya rawon yang aku makan sebelum tadi pagi. Rawon yang beliau bawakan itu sunguh menyelerakan dan membuat aku dalam sekejap menyukai rawon. begitulah cerita singkat sejarah rawon dalam hidupku. balik ke cerita;
Tampa menungu lama, aku persiapkan semua bahan yang mungkin diperlukan untuk membuat rawon. sedikit konfirmasi mengapa "mungkin" karena aku hanya menebak apa-apa saja yang 'bisa' aku pakai dalam rawonku nanti. Akhirnya, bedasarkan trawangan singkat itu maka aku potong kentang, bawang bombai dan tentu saja daging.
setelah semua bahan terpotong sesuai logika, maka mulailah aku merebus air. ketika air sudah mendidih ku masukkan daging dan kentang, wah ternyata panci yang aku pakai terlalu kcil, dan aku khawatir air rebusan itu akan tumpah. Ku salinlah kedalam kuali besar yang baru aku beli beberapa minggu yang lalu. Setelah ku kira empuk kumasukkan bumbu rawon instan yang sudah aku beli. Tak lama setelah itu aku masukkan bawang bombai yang telah aku potong. ku tunggu berapa lama sampai airnya mendidih.
Awalnya aku kira rawonku hari ini kan baik-baik saja, semua berjalan lancar sesuai rencana. Sampailah ketika aku mencium bau aneh yang keluar dari rawonku itu. bau itu seperti bau cat besi dan bau yang sangat menyengat. Belakangan baru aku sadari kalau aku terlalu cepat memasukkan bawang bombai dan kuali yang aku pakai masih berbau cat. Setelah aku cicipi benar saja rasanya pun ikut terkontaminasi seperti baunya
Sepertinya aku trauma memasak dan memakan rawon.
hari ini gagal rawonku dan aku putuskan aku tidak suka rawon lagi -_-
p.s I want a blender.....
ohaiyou...
ohaiyou...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar